Apa yang Salah Dengan Menara Eiffel?

jpnn.com - SINGAPARNA - Replika Menara Eiffel di Tasikmalaya masih menuai polemik. Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Basuki Rahmat mengaku ingin mempertahankan replika Eiffel yang terbuat dari bambu di Komplek Gedung Bupati (Gebu), Bojongkoneng, Singaparna itu.
Pasalnya, replika tersebut merupakan hasil kreativitas masyarakat Tasikmalaya yang perlu diapresiasi.
“Apa yang salah dengan Menara Eiffel ini. Ayo lihatnya dari sisi kreasi, produk lokal bambunya,” ujar anggota Fraksi PPP itu, seperti dikutip dari Radar Tasikmalaya, Jumat (12/2).
Menurut dia, munculnya persoalan penarikan tarif parkir ilegal dan penyalahgunaan area Eiffel yang kadang dipakai sebagai tempat mesum oleh pengunjung, tidak ada kaitannya dengan pembangunan replika tersebut.
“Justru jangan sampai ada peribahasa, buruk muka cermin dibelah,” terang politisi yang juga menjabat Ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik Kabupaten Tasikmalaya ini.
Masalah-masalah di lapangan itu, kata dia, merupakan tanggung jawab Satpol PP untuk menertibkannya. “Saya kira tanpa Menara Eiffel pun persoalan itu bukan menjadi persoalan baru. Jadi tidak beralasan jika harus dibongkar," tandasnya. (dik/adk/jpnn)
SINGAPARNA - Replika Menara Eiffel di Tasikmalaya masih menuai polemik. Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Basuki Rahmat mengaku ingin mempertahankan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Ciptakan Rasa Aman Bagi Wisatawan, Pemkot Palembang Pasang CCTV di BKB
- Oknum Guru PPPK di Lombok Timur Dipecat, Ini Sebabnya
- 4 Debt Collector Penganiaya Wanita di Halaman Polsek Bukit Raya Ditangkap, 7 Lainnya Buron
- Besok, 621 CASN Kota Mataram Terima SK, Gaji Aman
- Gereja Katedral Bandung Gelar Misa Khusus Wafatnya Paus Fransiskus
- Pembangunan Jateng 2026 Diarahkan untuk Penopang Swasembada Pangan