Apa yang Terjadi Bila Warga Australia Disuntik Vaksin Buatan Tiongkok yang Tak Diakui Pemerintah?

"Banyak ketidakpastian bahwa saya mungkin kena virus corona di pesawat atau di hotel karantina di Australia. Itu kekhawatiran utama saya saat ini," ujar Gary saat ditanya keinginannya pulang ke Australia.
"Ayah saya sudah tua, jadi saya ingin menjenguknya tapi saya merasa agak tidak nyaman. Jika saya divaksin, jelas akan memberikan ketenangan," ujarnya.
WHO meninjau dua vaksin buatan Tiongkok
Di Australia, badan pengawas obat Therapeutic Goods Administration (TGA) hanya menyetujui penggunaan dua vaksin COVID-19, yaitu Pfizer dan AstraZeneca.
Namun, dua vaksin buatan Tiongkok sendiri saat ini akan direview oleh organisasi kesehatan dunia WHO.
Menurut epidemiolog dan penasehat WHO Prof Mary-Louise McLaws, persetujuan dari lembaga ini bisa membalik keadaan.
WHO dijadwalkan melakukan review atas vaksin Sinopharm pekan ini untuk kemungkinan masuk dalam daftar penggunaan darurat. Sedangkan vaksin Sinovac akan direview pada 3 Mei.
Keputusan WHO diharapkan sudah diumumkan beberapa hari setelah review.
Sinopharm sebelumnya melaporkan tingkat kemanjuran vaksinnya mencapai 79 persen, sedangkan Sinovac bervariasi dari 50,4 persen hingga 83,5 persen.
Hanna, seorang warga Australia di Tiongkok, telah disuntik vaksin Sinovac yang belum mendapat persetujuan penggunaan di negaranya.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Renovasi Rumah
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Kaya Susah