Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eks Trias Politika Agung Baskoro menilai, kemungkinan Jokowi bergabung dengan PSI masih sangat terbuka.
Apalagi semenjak PSI mendeklarasikan akan mengikuti konsep Partai Super Terbuka, tidak pernah ada penolakan dari Jokowi.
“Kemungkinan Jokowi bergabung dengan PSI itu ada. Karena dari awal konsep Partai Super Terbuka diambil PSI, Jokowi nyaman dan tidak ada penolakan,” katanya saat dihubungi.
Walaupun begitu, dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan juga jika Jokowi memutuskan tidak berpartai. Namun, persentasenya kecil.
Agung mengatakan, Jokowi sampai saat ini masih berusaha untuk mempertahankan legacy-nya.
“Sedikit banyak beliau ingin legacynya itu ingin punya nafas yang panjang seperti SBY (Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati (Megawati Soekarnoputri),” terangnya.
Untuk itu, dia menambahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu perlu kendaraan partai politik. Agar memastikan legacy-nya dapat terus dipertahankan.
“Agar legacy-nya bertahan, dia harus memiliki partai. Karena kalau hanya atas nama perorangan akan pudar. Dan sepertinya Jokowi tidak mau itu terjadi,” tutup Agung. (dil/jpnn)
*Menakar Peluang Jokowi Bergabung dengan PSI* Sinyal Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) gabung ke partai besutan Kaesang Pangarep semakin gencar
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Sinyal Jokowi Gabung PSI Makin Kuat, Golkar: Pasti Ada Hitungan Politik
- Pengamat Politik Sebut Wajar Jokowi Diunggulkan Jadi Ketua Wantimpres RI
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Jadi Ketua Wantimpres RI
- Menakar Potensi Kolaborasi Politik Jokowi dan PSI Menuju 2029