Apakah Kepiting dan Ikan Merasakan Sakit? Perlukah Kita Lebih Manusiawi Saat Memasaknya?

Perlindungan hewan dengan undang-undang sangat tergantung apakah organisme dimaksud diklasifikasikan sebagai hewan.
Di Australia Selatan dan Australia Barat, misalnya, ikan dan krustasea (udang, kepiting, dan sejenisnya) dikecualikan dari UU Kesejahteraan Hewan, begitu juga di Queensland dan Tasmania yang tak memasukkan krustasea sebagai hewan.
Pengecualian juga dibuat oleh beberapa negara bagian untuk penangkapan ikan komersial dan rekreasi.
Jadi, apakah politisi Inggris Baroness Fookes ada benarnya dan haruskah Australia mengikutinya?
Berikut ini penjelasan sains tentang ikan, krustasea, cumi, dan bagaimana mereka menanggapi rasa sakit dan perasaan lainnya.
'Ikan itu merasakan sakit'
Kita bisa memulai dengan melihat reaksi ikan terhadap kail pancing, apakah gerakan ikan menunjukkan rasa sakit atau hanya gerak refleks yang tidak disengaja.
Contoh yang biasa digunakan untuk menunjukkan perbedaan antara kedua reaksi ini adalah saat tangan kita tak sengaja menyentuh kompor panas.
Reaksi pertama kita yaitu langsung menarik tangan, sebagai gerakan refleks yang terjadi berkat transmisi sinyal antara anggota tubuh yang terbakar dan tulang belakang, yang terjadi sebelum kita mengalami rasa sakit.
Parlemen Inggris sedang memperdebatkannya sekarang ini, lewat rancangan undang-undang (RUU) untuk membentuk Komite Perasaan Binatang
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- 5 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Susu, Pencernaan Bakalan Menderita
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun