APBN 2011 Dinilai Sangat Rawan Korupsi
Mobil Dinas, Notebook hingga Perawatan Gedung Telan Triliunan Rupiah
Senin, 18 Oktober 2010 – 16:34 WIB

APBN 2011 Dinilai Sangat Rawan Korupsi
JAKARTA - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2011 kembali mendapat sorotan tajam. Kali ini datang dari Koalisi LSM untuk APBN Kesejahteraan, yang menyatakan bahwa penyusunan RAPBN 2011 tak lebih dari sekadar pencitraan politik pemerintahan SBY-Boediono. Selebihnya menurut mereka, tidak ada berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat. Selain itu, koalisi LSM ini juga menyorot pengadaan setidaknya 3.109 notebook atau komputer senilai Rp 32,5 miliar di tujuh K/L pada tahun 2011. Padahal aset berupa notebook dan komputer adalah aset yang paling sulit untuk diidentifikasi keberadaannya, sehingga dinilai sangat rawan korupsi.
Dalam rilis resmi koalisi ini, dijelaskan bahwa dalam APBN 2011, akan ada pengadaan untuk 4.041 kendaraan dinas roda empat dan roda dua senilai Rp 32,572 miliar di 20 kementerian/lembaga (K/L). Pengadaan kendaraan tersebut ditengarai sebagai lahan subur korupsi. Apalagi, mengingat berdasarkan Perpres No 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa, pengadaan kendaraan dinas dapat dilakukan dengan penunjukan langsung.
Baca Juga:
Dari penelusuran, ungkap koalisi tersebut, juga ditemukan banyak standar biaya kendaraan dinas yang melebih standar biaya yang ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 100 tahun 2010 tentang Standar Biaya Umum. Sebagai contoh, di BPK akan diadakan 49 unit kendaraan dinas dengan nilai Rp 24,8 miliar, atau (dengan harga) per unit Rp 506,6 juta. Padahal berdasarkan PMK, standar biaya pengadaan kendaraan setingkat eselon I hanya Rp 400 juta.
Baca Juga:
JAKARTA - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2011 kembali mendapat sorotan tajam. Kali ini datang dari Koalisi LSM untuk
BERITA TERKAIT
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif