APBN 2013 Rawan Korupsi
Rabu, 19 September 2012 – 21:57 WIB

APBN 2013 Rawan Korupsi
JAKARTA - Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi mengatakan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2013 sangat rawan dikorupsi karena APBN 2013 sudah mendekati saat Pemilihan Presiden dan legislatif tahun 2014.
"APBN Tahun 2013 bertepatan dengan makin dekatnya Pemilu Presiden dan legislatif. Kedua peristiwa demokrasi tersebut menuntut mesin partai politik bekerja secara optimal. Untuk bekerja optimal, partai politik butuh uang. Untuk memenuhinya, kader partai politik yang kini duduk di DPR tentu sedikit berani negosiasi dengan pemerintah untuk mendapat uang," kata Uchok Sky Khadafi, dalam disksusi bertajuk 'Alur Anggaran dan Potensi Penyimpangan Anggaran', yang diselenggarakan tabloid Senayan, di Jakarta, Rabu (19/9).
Salah satu indikasi dari negosiasi yang dilakukan DPR kepada pemerintah adalah begitu cepatnya DPR menyetujui kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). "Kok cepat amat disetujui," tanya Uchok Sky Khadafi.
Selain itu lanjutnya, sistem pembahasan anggaran di DPR masih belum memberi akses ke publik untuk menyaksikan prosesnya. DPR dan pemerintah masih saja membahas APBN dari satu hotel ke hotel lainnya. Mereka sepertinya ketakutan kalau publik tahu proses pembahasannya.
JAKARTA - Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi mengatakan Anggaran dan Pendapatan
BERITA TERKAIT
- Harga Emas Antam, UBS & Galeri24 Hari Ini Minggu 6 April Turun Drastis, Cek Daftarnya
- Catat Waktu Favorit Arus Balik, Jangan Sampai Kejebak Macet
- KAI Angkut 19 Juta Pemudik Selama Angkutan Lebaran 2025
- Sikapi Kebijakan Trump, Waka MPR Tekankan Pentingnya Penguatan Diplomasi Perdagangan
- Jelang Arus Balik di Maluku, Pertamina Cek Ketersediaan dan Kualitas BBM di Ambon
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Iperindo Minta Pemerintah Lindungi Pasar Dalam Negeri