Apes, Tukang Fotokopi Tewas Tersangkut Kabel Listrik

SURABAYA – Seorang pria tewas mengenaskan di atas genteng di Jalan Karang Menjangan, Surabaya. Dia adalah Wawan Iswahyudi, (24). Wawan tewas dalam kondisi leher tersangkut kabel beraliran listrik.
Saefudin, salah seorang warga setempat, menuturkan bahwa Wawan bekerja sebagai karyawan fotokopi. Dari cerita yang didengarnya, Wawan tidak melihat kabel yang melintang di atas genting. "Sempat muncul percikan api juga," ucapnya.
Kanitreskrim Polsek Gubeng AKP I Gede Made Wasa menuturkan, peristiwa itu murni kecelakaan. Sekitar pukul 11.00, Wawan dimintai tolong oleh bosnya, Hoky, untuk membenahi plafon bagian luar. "Ada tripleks yang mau jatuh. Maksudnya biar tidak mengenai orang lewat," jelas Made.
Sekitar setengah jam berlalu, tanpa sepengetahuan bosnya, Wawan naik ke atap. Saat itulah peristiwa tragis terjadi. "Dia jalan membungkuk. Kemungkinan juga ada rasa takut," tutur Made.
Meski sudah merendahkan badannya, Wawan tetap kurang berhati-hati. Dia tidak melihat kabel besar yang melintang. Lehernya tersangkut dan tersetrum. Bahkan, tampak lengket pada kabel. Wawan pun tewas di tempat kejadian.
Kepolisian sudah meminta keterangan Hoky. Berdasar keterangan yang disampaikan pemilik usaha fotokopi itu, dia sudah memperingatkan Wawan agar berhati-hati. Kemiringan genting itu cukup lumayan, sekitar 45 derajat. Wawan diminta naik dari dekat talang, yang posisinya lebih datar.
Wawan juga sudah tahu bahwa di atas genting ada kabel listrik. "Korban sudah diperingatkan kalau ada kabel bertegangan tinggi," ujar polisi dengan tiga balok di pundak tersebut.
Saat diminta untuk membetulkan plafon, korban sempat meminta waktu kepada bosnya. Sebab, saat itu cuaca masih terik. Dia mengatakan akan membereskan semuanya setelah matahari tidak terlalu menyengat. Apalagi, Wawan juga sedang berpuasa.
Namun, tidak diketahui kapan Wawan naik ke genting yang tingginya sekitar 6 meter itu. Warga sekitar hanya mengetahui korban sudah tewas di atas genting. Hingga satu jam, tidak ada seorang pun yang berani menolong. Sebab, kabel yang menempel di leher korban bertegangan tinggi. Warga lantas melapor ke polisi dan kecamatan.
Proses evakuasi korban melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya. Setelah dihubungi pihak kecamatan, PMK langsung mengerahkan personelnya. "Kami membawa skylift agar bisa menjangkau korban," jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Chandra Oeratmangun.
Chandra mengungkapkan, langkah pertama yang diambil timnya adalah mematikan aliran listrik yang mengaliri kabel. "Evakuasinya tidak terlalu sulit," imbuhnya. Saat petugas mencapai ke atas, kabel itu memang mengenai leher dan sebagian wajah korban. Saat didekati petugas PMK, posisi tubuh Wawan seperti orang tengkurap, namun lehernya bergantung pada kabel. Ada luka hangus yang membentuk garis di lehernya.
Saat mengevakuasi korban, petugas PMK juga mendapati kabel terbakar. "Memang ada sedikit asap yang keluar di dekat talang itu," papar Chandra. Kemudian, jenazah Wawan dibawa ke RSUD dr Soetomo untuk diotopsi. (did/c7/end/flo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Direktur PT NWR Sampaikan Duka Mendalam atas Kecelakaan Tragis di Sungai Segati
- Konsumen Bisa Ajukan Gugatan soal BBM Oplosan
- Masyarakat Keberatan Kenaikan 71,3% Tarif PAM Jaya, Francine PSI Surati Gubernur Jakarta
- Dukung Ketahanan Pangan, Polda Riau Panen 156 Ton Jagung
- Ops Keselamatan Lodaya 2025: Angka Kecelakaan Naik 100 Persen
- Penjualan Langsung Sepi, Pedagang Daging Sapi di Pasar KM 5 Palembang Berjualan Online