Arah Koalisi dengan SBY Makin Kuat
Selasa, 11 Agustus 2009 – 08:11 WIB

Foto : Raka Denny/JAWA POS
JAKARTA - PDIP benar-benar terbelah dalam memilih opsi tetap menjadi oposisi atau melebur dalam koalisi SBY-Boediono. Kubu yang memilih koalisi kini semakin meluas di kalangan elite partai berlambang banteng moncong putih itu. Tjahjo merupakan orang dekat Mega selain Sekjen Pramono Anung. Bukti kedekatannya, selain menjadi ketua DPP, Tjahjo menjabat ketua Fraksi PDIP DPR. Menurut dia, berkoalisi sambil bersikap kritis sangat dimungkinkan. Caranya, dengan mengoptimalkan fungsi pengawasan, fungsi anggaran, dan fungsi legislasi sebagai bagian dari hak-hak DPR. "Terutama dalam mendorong terwujudnya struktur APBN yang prorakyat," ujarnya.
Motor koalisi tersebut adalah suami Megawati, Taufiq Kiemas, yang juga menjabat ketua Deperpu (Dewan Pertimbangan Pusat) DPP PDIP. Bila Kiemas menyampaikan secara terbuka, kini sejumlah tokoh ring satu di sekitar Mega mulai menyatakan sikap dengan halus.
Baca Juga:
Meski tidak eksplisit, Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo termasuk yang siap menerima opsi berkoalisi. Dia tidak menampik adanya kemungkinan itu. "Apa pun pilihannya nanti, apakah tetap beroposisi atau membangun kemitraan dengan pemerintah, kami harus tetap kritis sampai kapan pun," kata Tjahjo di Jakarta Senin (10/8).
Baca Juga:
JAKARTA - PDIP benar-benar terbelah dalam memilih opsi tetap menjadi oposisi atau melebur dalam koalisi SBY-Boediono. Kubu yang memilih koalisi kini
BERITA TERKAIT
- Megawati Keluarkan Surat Tugas Baru, Basarah dan Ronny Talapessy Jadi Jubir
- Tanggapi Aksi #IndonesiaGelap, PSI: Menurut Data, Indonesia Sangat Cerah
- Instruksi Megawati Belum Berubah: Kader PDIP Dilarang Ikut Retret!
- Kritik Pelaksanaan Retret, Akademisi: Kepala Daerah Jadi Perpanjangan Tangan Presiden
- Pramono Anung Akhirnya Hadiri Retret di Magelang, Sudah Diizinkan Megawati?
- Surat Terbaru Megawati Ditujukan kepada 2 Petinggi PDIP