Arus Mudik: Enam Faktor Penyebab Kecelakaan

”Stir yang tidak berfungsi baik ini adalah salah faktor penyebab kecelakaan yang tinggi,” katanya.
Kedua, rem tidak berfungsi. Hal ini merupakan faktor penyebab kecelakaan nomor satu. Ketiga, persoalan di roda seperti ban pecah.
Keempat, faktor pengemudi. Banyak sekali pengemudi yang lalai, tidak menguasai medan, hingga mengantuk dan berujung bencana.
Oleh sebab itu, dia mengharapkan agar penumpang juga memperhatikan supirnya serta melapor jika ada tanda-tanda supir mengantuk atau ugal-ugalan.
”Kan percuma bus sudah layak tapi supirnya belum siap,” katanya. Kelalaian pengemudi paling tinggi, kata Pudji, adalah tidak waspada terhadap lalu lintas.
Kelima, pengemudi gagal menjaga jarak aman. Meski demikian, dia menyebut bahwa insiden tahun ini sudah jauh menurun dibandingkan tahun lalu.
Insiden yang disebabkan karena tidak waspada terhadap lalin tercatat sebanyak 26 kejadian. Turun bila dibandingkan tahun lalu pada angka 34 kejadian.
Kemudian insiden gagal menjaga jarak menjadi 9 kejadian. Berkurang dari tahun lalu yang masih terjadi 18 kali.
Korlantas Polri sudah membuktikan mampu menekan angka kecelakaan lalin sepanjang arus mudik lebaran 2017.
- ASDP: Arus Balik di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Meningkat
- 3 Pemudik Asal Depok Tewas Kecelakaan di Jalur Kamojang
- Lonjakan Kendaraan di GT Kalikangkung Saat Arus Balik Lebaran Capai 158 Persen
- Jalur Selatan-Selatan Terhambat, Polda Jateng: Ini Kuasa Tuhan
- Polda Jateng: Lonjakan Arus H+1 hingga H+3 Jadi Anomali Mudik Lebaran 2025
- Arus Mudik-Balik Idulfitri di Jawa Barat Terkendali, Erwan: Macetnya Masih Wajar