Arus Mudik H-1 Lebaran Diprediksi sekitar 80.000 Kendaraan

jpnn.com, JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa melakukan pemantauan arus mudik pada H-1. Kali ini, dia memantau pos terpadu Cikopo.
Sengaja Royke memantau Cikopo karena sudah tak ada lagi kepadatan terjadi. Menurut dia, puncak arus mudik telah terjadi pada tanggal 9 dan 12 Juni kemarin.
Dia menerangkan, setelah diberlakukannya One Way Traffic dari kemarin sore hingga malam hari, pagi ini tidak ada antrean kendaraan terutama di rest area. Bahkan, di bahu jalan pun belum terlihat mobil yang terparkir.
"Kami ikuti one way itu, saya berpikir, bisa dibayangkan kalau one way tidak diberlakukan, pasti stuck di jalur ambon (barat)," kata Royke, Kamis (14/6).
Sementara itu, untuk hari ini Royke menyebut arus mudik jauh lebih landai.
"Ini hari terakhir untuk mudik. Di Cipali ada penurunan namun volume kendaraan masih cukup tinggi. Kami lihat dari arah berlawanan, masih ada iring-iringan kendaraan mudik,” sambung dia.
Jenderal bintang dua ini menambahkan, pada Rabu (13/6) ada sekitar 80.000 kendaraan meninggalkan Jakarta untuk mudik. “Hari ini prediksi di bawah 80.000," imbuh dia.
Kakorlantas menilai, adanya tol Trans Jawa sangat membantu sekali kelancaran arus lalu lintas.
Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa melakukan pemantauan arus mudik pada H-1. Kali ini, dia memantau pos terpadu Cikopo.
- Polda Jateng: Lonjakan Arus H+1 hingga H+3 Jadi Anomali Mudik Lebaran 2025
- Rest Area Penuh saat Arus Mudik Lebaran, Begini Cara Mengatasinya
- 8 Orang Meninggal Dunia Akibat Laka Lantas Selama Arus Mudik Lebaran di Aceh
- Contraflow dari KM 36 Hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek
- Volume Kendaraan Meningkat, Polisi Mulai Lakukan One Way di Tol Kalikangkung hingga Bawen
- One Way Nasional GT Cikatama – Kalikangkung sampai Jam Berapa?