Ary dan Edi Kembali Disebut Terlibat Markus KPK
Jumat, 12 Februari 2010 – 18:48 WIB
Abdul Malik menceritakan, kejadian ini diawali April 2009 lalu, saat Saleh dipanggil sebagai saksi mantan General Manger PLN Jatim, Hariyadi Sadono, yang jadi tersangka kasus CMS yang ditangani KPK. Beberapa hari setelah diperiksa, datanglah seseorang bernama Amoriza Harmoniato alias Obi, yang menawarkan jasa bisa membuat Saleh tak jadi tersangka, dengan biaya Rp 8 miliar. "Obi mengaku orang suruhan Ary Muladi," ucap Abdul Malik.
Baca Juga:
Permintaan itu akhirnya disetujuinya, dengan dicicil dalam tiga tahap, yakni 9 Juli 2009 dibayar Rp 1 miliar, tahap II pada 10 Juli 2009 sebesar Rp 750 juta, serta pada 24 Juli 2009 sejumlah Rp 2,14 miliar. Lantas pada Oktober 2009, lewat teman pengajiannya, Jamal Azis (anggota Komisi II DPR RI), Abdul Malik bertemu dengan Edi Soemarsono di Cilandak Town Square. Edi, menurut Abdul Malik, kala itu membawa orang bagian IT KPK yang disebutkan bernama Rizal.
"Waktu itu Edi bilang minta Rp 20 miliar, supaya anak saya nggak ditahan," ungkap Abdul Malik lagi.
Namun, permintaan Edi itu ditolaknya, yang lantas berujung pada 'masa depan' Saleh kemudian. Pada tanggal 3 November 2009, Saleh yang merupakan Komisaris Utama PT Altelindo Karyamandiri itu, ditahan KPK dengan tuduhan terlibat kasus CMS dengan kerugian negara Rp 130 miliar. (pra/jpnn)
JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sempat menyebutkan memiliki data lengkap soal dugaan adanya mafia atau makelar kasus (markus)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Prabowo Dinilai Berhasil Membawa Investasi Jumbo dan Gibran Sukses Jaga Stabilitas Politik di Tanah Air
- KPK Tetapkan Gubernur Bengkulu Tersangka, Ada Uang Rp15 M, Peras untuk Pilkada
- Mensos Gus Ipul Beri Bantuan Biaya Perbaikan Rumah Kepada Korban Longsor di Padang Lawas
- ASR Komitmen Bangun Penegakan Hukum Transparan & Adil di Sultra
- Hendri Satrio jadi Ketua IKA FIKOM Unpad
- Info Terkini OTT KPK yang Menyeret Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah