Asal Tenar Gampang Masuk Partai, Ideologi tak Penting

jpnn.com - JAKARTA - Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Irgan Chairul Mahfiz mengatakan, orang yang sama sekali tidak memahami ideologi partai bisa saja bergabung dengan partai tersebut.
"Pengusaha, ulama, bahkan seorang purnawiran jenderal asal ngetop meski tidak paham dengan ideologi suatu partai bisa masuk partai," kata Irgan Chairul Mahfiz, di gedung DPR, komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (26/8).
Gejala tersebut lanjutnya, terjadi di seluruh partai politik. "Yang penting ngetop. Ideologi partai tidak lagi penting," tegasnya.
Ekses negatif serupa juga terjadi pada level konstituen. Dimana-mana, menurut Irgan, pemilik suara serba pragmatis. "Misalnya untuk Pemilu Legislatif DPR, mereka memilih saya. Tapi untuk saya minta mereka dukung kader PPP yang ikut dalam sebuah Pilkada di daerah yang sama, tunggu dulu. Jawab mereka, untuk ke DPR mereka pilih saya, tapi untuk Pilkada, tunggu dulu," ungkap Irgan.
Contoh pragmatisme yang lain, Wakil Ketua Komisi IX DPR itu menyebut masalah 'anggaran menjaga bendera'. "Di hampir seluruh kantong-kantong yang padat suaranya, adalagi aspirasi baru yakni anggaran menjaga bendera," ungkap Irgan.
Masa kampanye yang sangat panjang ini, menurut Irgan membawa konsekuensi pembiayaan politik yang sangat luar biasa. "Saya tidak tahu ini darimana asal muasal dana jaga atribut partai ini," ujar Irgan.
Dia juga menyikapi soal pemburu rente untuk biaya kampanye. "Saya tidak bisa membantah adanya gejala pemburu rente untuk biayai Pemilu yang tidak lagi berbasiskan partai karena yang disuruh bertarung itu individu-individu," imbuhnya. (fas/jpnn)
JAKARTA - Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Irgan Chairul Mahfiz mengatakan, orang yang sama sekali tidak memahami ideologi partai bisa
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu
- Rano Karno Bakal Hadiri Retret Kepala Daerah, Berangkat ke Magelang Malam Ini