ASDP Bakal Pecat Pegawainya Jika Meloloskan Pemudik
jpnn.com, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry berkomitmen tidak membiarkan masyarakat mudik melalui angkutan penyeberangan laut.
Komitmen tersebut sejalan dengan aturan pemerintah terkait larangan mudik yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.
Direktur Komersial dan Layanan ASDP Yusuf Hadi menjelaskan pihaknya sudah diberikan tugas oleh Kementerian BUMN untuk tidak berkompromi membantu memudahkan masyarakat mudik, tanpa memenuhi syarat dari Gugus Tugas Covid-19.
Tak main-main, ASDP kata Yusuf bahkan tidak segan untuk memecat petugas di lapangan yang terbukti meloloskan masyarakat yang nekat mudik.
"Bila ada pihak atau oknum meloloskan pemudik, sanksinya paling tinggi PHK," kata Yusuf dalam conference virtual, Kamis (14/5).
Yusuf mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan berbagai strategi untuk mencegah masyarakat yang nekat mudik.
Salah satu strategi yang sudah dilakukan adalah dengan membangun pos pengecekan atau buffer zone sebelum memasuki pelabuhan.
"Sejak 15 April kami sudah menempatkan buffer zone di luar pelabuhan," ucap Yusuf.
ASDP Indonesia Ferry diberikan tugas untuk tidak berkompromi membantu masyarakat untuk mudik.
- Kabar Buruk, BP Bakal Merumahkan Ribuan Karyawan di Seluruh Dunia
- Siapkan 3 Opsi, Pemkot Bengkulu tak Akan PHK Honorer yang Gagal di Seleksi CPNS & PPPK
- ASDP Apresiasi Kolaborasi Stakeholder Dukung Kelancaran Penyeberangan Selama Nataru
- ASDP Maksimalkan Layanan Penyeberangan Prima pada Libur Nataru
- Menhub Tinjau Kesiapan Puncak Arus Balik Nataru di Pelabuhan Ketapang
- Jumlah PHK Meningkat, PKS Minta Pemerintah Buat Kebijakan yang Berpihak ke Pekerja