ASR-Hugua Memohon Maaf di Penutupan Kampanye Pilgub Sultra 2024

jpnn.com, KENDARI - Debat Publik Ketiga Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara (Pilkub Sultra) 2024 diselenggarakan di Hotel Claro, Kota Kendari pada Sabtu (23/11).
Debat itu mengusung tema “Pengelolaan Sumber Daya Alam, Pelestarian Lingkungan, dan Penegakan Hukum yang Bermartabat.”
Pada kesempatan tersebut, pasangan calon nomor urut 2 Andi Sumangerukka dan Hugua (ASR-Hugua) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat serta kepada ketiga pasangan calon lainnya.
Khususnya jika ada kata, sikap, atau tindakan yang kurang berkenan selama rangkaian debat berlangsung.
"Kami atas nama pasangan nomor urut 02 ASR-Hugua, serta mewakili tim pemenangan, dengan rendah hati memohon maaf, jika ada kata, sikap, dan perbuatan kami yang tidak berkenan," ujar Andi Sumangerukka dalam closing statement debat.
Andi Sumangerukka juga menegaskan pentingnya dukungan terhadap seluruh pasangan calon yang bertanding.
Menurutnya, masing-masing pasangan calon adalah putera-puteri terbaik Sulawesi Tenggara yang layak didukung demi kemajuan bersama.
"Kami semua adalah putera-puteri terbaik Sulawesi Tenggara, yang harus didukung. Siapapun yang terpilih nanti, kami harap dapat mendapatkan mandat dari masyarakat untuk bersama-sama memajukan daerah ini. Kita harus tetap bersatu, meskipun berbeda pilihan," tambah Andi Sumangerukka.
Andi Sumangerukka menyampaikan pentingnya dukungan terhadap seluruh pasangan calon yang bertanding.
- Rahmat Saleh Ingatkan Pemerintah Soal Anggaran Pengamanan PSU
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Putusan MK Perintahkan PSU di Boven Digoel, KPU Merasa Sudah Sesuai Aturan
- Putusan MK Coblos Ulang 24 Pilkada, Ketua Komisi II Bicara Penataan Sistem Politik
- Polda Sumsel Mempertebal Pengamanan PSU Pilkada Empat Lawang
- MK Perintahkan 24 Daerah Gelar PSU, Gus Khozin Sentil KPU: Tak Profesional!