Astaga! Jumlah Bayi Terlantar di Jakarta Semakin Banyak

Dia juga pernah patah dan dilakukan operasi penyambungan tulang. Tulangnya rapuh karena kekurangan gizi.
Sedangkan M. Hidayat, di usianya yang sudah dua tahun lebih tidak bisa duduk sama sekali. Kondisi fisiknya pun lemah dan kurus. Berat badannya hanya 6 kg.
"Kondisi itu dikarenakan kedua orang tuanya stress. Tidak bisa merawat anak-anaknya. Warga sekitar pun sempat memberikan makanan untuk anaknya, tapi makanan itu tetap nggak dikasih ke anaknya," terang Vivi.
Tidak hanya kedua orang tuanya yang mengalami gangguan jiwa, tempat tinggal mereka pun tidak layak huni. Mereka menempati rumah petak seluas 2x2 meter yang tidak sehat dan kotor.
Karena situasinya seperti itu, warga sekitar melaporkannya ke aparat pemerintah seperti RT/RW, lurah, camat sampai kepada Satpel Sosial Kecamatan Cempaka Putih. Kedua bayi itu pun akhirnya dirujuk ke panti.
"Di panti kami mereka berdua mendapatkan perawatan khusus untuk perbaikan gizi mereka. Selama di sini mereka mengalami peningkatan yang cukup bagus," kata Vivi.
Dia melanjutkan, saat ini Nurhasanah sudah bisa bergembira bermain dengan teman-temannya karena kondisi fisiknya sudah bagus. Sedangkan M. Hidayat sudah bisa duduk dan terlihat lincah. (wok)
Kasus kekurangan gizi (gizi buruk) yang menimpa dua orang balita bersaudara, karena tidak dirawat orang tuanya yang mengalami gangguan jiwa sangat
Redaktur & Reporter : Adil
- Muhammadiyah Jakarta Minta Izin kepada Pramono Terkait Pembangunan Universitas
- Pram-Rano Cairkan Bansos Rp 900 Ribu untuk Penerima KLJ, KAJ, dan KPDJ
- Damkar DKI Tangani 6.800 Kasus Lainnya di 2024, 4 Kali Lipat Melebihi Kebakaran
- 43 Tahun Sarana Jaya: Mengukir Prestasi dengan Kinerja Positif
- Cegah Hujan Deras, Modifikasi Cuaca di Jakarta Bakal Dipercepat
- BPJS Ketenagakerjaan Dorong Peningkatan Budaya K3 di Lingkungan Kerja Perusahaan