Astra Seriusi Bisnis Listrik dan Tambang Emas

Dua di antaranya adalah pembangkit listrik di wilayah Kalimantan dan satu pembangkit di wilayah Bangka Belitung.
Total kapasitasnya sebesar 900 megawatt dengan nilai investasi Rp 18 triliun. ’’Kami masih bidding (proses tender) untuk bisa mendapatkan proyek-proyek itu,’’ ujar Iwan.
Jika sejumlah proyek tersebut bisa diraih, perseroan berencana menggandeng mitra berpengalaman dalam bidang itu.
Terlebih, nilai proyeknya ditaksir menelan investasi cukup tinggi.
’’Untuk 1.000 mw, nilai investasinya USD 2 miliar. Skemanya konsorsium, baik dengan perusahaan lokal maupun Tiongkok,’’ jelasnya.
Proyek pembangkit listrik lain yang tengah digarap perseroan adalah pembangkit listrik bertenaga batu bara 2 x 15 mw.
Untuk proyek tersebut, perusahaan yang sebelumnya berfokus di penjualan alat berat dan kontraktor tambang batu bara itu menyiapkan dana sekitar USD 30 juta atau sekitar Rp 391,8 miliar.
UNTR juga sedang mendanai proyek pembangkit listrik Tanjung Jati yang berkapasitas 2 x 1.000 mw.
BOGOR – Grup Astra serius menggarap bisnis pertambangan emas melalui anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR). Perusahaan alat berat dan
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump
- Harga Emas Antam Hari Ini 4 April, Turun!
- Harga Emas Antam & Galeri24 Hari ini Naik, UBS Turun Tipis
- Waspada! Prediksi Kebijakan Donald Trump Bisa Picu Resesi di Indonesia
- Bank DKI Terapkan Operasional Terbatas Selama Pemeliharaan Sistem, Sampai Kapan?