Atasi Dulu Masalah Kekurangan Guru

jpnn.com, MANADO - Ketua Komisi D DPRD Kota Manado, Sulut, Apriano Saerang mengingatkan penerapan sekolah lima hari tidak dipaksakan.
Dikatakan, penerapan kebijakan tersebut harus didahului kajian yang komprehensif. “Ini akan membuat resah para orang tua,” ujar Saerang kepada Manado Post (Jawa Pos Group).
Ketua Gerindra Manado ini menjelaskan, penambahan jam belajar maupun mengajar tidak menjamin mutu kualitas. Terlebih, jumlah guru seluruh provinsi di Sulut juga dinilai kurang.
Menurutnya, pemerintah harus lebih fokus terkait masalah ketersediaan guru.
Selain itu juga pemberantasan budaya pungli baik dalam bentuk uang komite maupun penjualan LKS.
“Untuk itu, satuan pendidikan harus lebih konsen dalam evaluasi diri. Yang bisa ada pengakuan oleh pemerintah dan pengakuan masyarakat dan tujuan supaya pendidikan yang berkarakter harus diimbangi dengan kemampuan pengajaran akademik sesuai dengan jenjang pendidikan,” pungkasnya. (tr-02/gel)
Ketua Komisi D DPRD Kota Manado, Sulut, Apriano Saerang mengingatkan penerapan sekolah lima hari tidak dipaksakan.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Pemerintah Siapkan 20 Ribu Rumah Siap Huni untuk Guru, Mendikdasmen: Ada Subsidinya
- Flip Salurkan Bantuan Rp 100 Juta untuk Guru Mengaji di Pelosok Indonesia
- Begini Kebiadaban OPM terhadap Guru Honorer dan Nakes di Yahukimo
- Bupati Yahukimo Tegaskan Guru & Nakes di Anggruk bukan Anggota TNI-Polri
- Polri-TNI Evakuasi Para Guru & Tenaga Kesehatan yang Diserang KKB di Yahukimo
- 20 Ribu Guru di Sejumlah Daerah Ini Segera Menerima Kunci Rumah Subsidi