Audit Bulog Disarankan untuk Ungkap Beras Busuk

Sementara itu, kini Bulog berdalih tidak semua beras yang disortir merupakan busuk. Selama ini pun pihaknya kerap menjalankan evaluasi terkait kondisi beras-beras di gudang yang mengalami penurunan mutu.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh mengklaim, pihaknya selama ini telah menjalankan SOP terkait penyaluran beras dari dan ke luar gudang.
Waktu keluarnya beras disesuaikan dengan waktu masuknya. Perawatan juga telah dilakukan antara lain untuk menjaga sanitasi gudang dibuka secara rutin setiap pagi.
“Jadi kondisinya memang sudah ada. Yang seperti itu sedang kami perbaiki tahap-tahapannya. Itu sudah kami pisahkan,” jelas dia.
Meski begitu, Wahyudi mengakui, kondisi gudang Bulog yang mumpuni untuk menyimpan beras memang tidak seluruhnya baik. Sebagai contoh, gudang Bulog yang mumpuni kedap udara kurang dari 40 dari total unit yang ada.
“Seperti misalnya dilengkapi dengan turbin fentilator dan hidro thermometer,” ujarnya.
Sisanya hanya sesuai standar untuk penyimpanan beras. “Gudang kami ada ISO-nya kok. Kalau dibilang tidak standar, siapa yang bilang tidak standar?” tegasnya. (tan/jpnn)
Perawatan juga telah dilakukan antara lain untuk menjaga sanitasi gudang dibuka secara rutin setiap pagi.
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga
- Bulog Terus Pantau Penyerapan Gabah & Beras Meski Libur Lebaran
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Bulog Cetak Penyerapan Gabah Petani Capai 725.000 Ton, Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Hadapi Puncak Panen, Bulog Jatim Optimalisasi Sarana Pengeringan dan Pengolahan
- Tinjau Panen Raya di Klaten, Marga Taufiq Pastikan Bulog Serap Gabah Petani Sesuai HPP