Australia Akan Lebih Banyak Gunakan Vaksin AstraZeneca yang Diproduksi di Melbourne

Persetujuan penggunaan vaksin Pfizer diperkirakan keluar pada akhir bulan ini.
Sedangkan untuk vaksin AstraZeneca, menurut Profesor Kelly, persetujuan dari Therapeutic Goods Administration (TGA) diharapkan keluar pada Februari.
Ia menjelaskan, negara yang sudah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat untuk vaksin AstraZeneca memilih untuk menyuntikkan dosis vaksin ini sebanyak dua kali suntikan.
Pada November tahun lalu, AstraZeneca menyatakan efektivitas vaksinnya mencapai 62 persen saat diberikan pada partisipan yang disuntik dua kali, sedangkan pada partisipan yang disuntik satu kali efektivitasnya mencapai 90 persen.
Namun partisipan yang disuntik satu kali, yakni setengah dosis, hanya berjumlah 2.741 orang, sehingga dipandang terlalu minim untuk dijadikan kesimpulan yang pasti.
Membangun kepercayaan masyarakat

Untuk membangun kepercayaan masyarakat, pemerintah Australia telah menyisihkan anggaran kampanye sebesar 24 juta dolar untuk menyebarkan pesan-pesan kesehatan masyarakat.
Profesor Kelly berharap kampanye ini akan membantu terciptanya kepercayaan masyarakat terhadap vaksin AstraZeneca.
Meskipun vaksin COVID-19 buatan Pfizer tampaknya akan menjadi yang pertama mendapatkan persetujuan penggunaan di Australia, namun program vaksinasi akan lebih banyak menggunakan vaksin buatan AstraZeneca yang saat ini sedang diproduksi di Melbourne
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi