Australia Dianggap Memberikan Harapan Palsu kepada Pelajar Internasional

Alasan perusahaan tak pekerjakan pelajar internasional
Yeganeh Soltanpour, presiden organisasi Council of International Students Australia mengatakan mahasiswa internasional seringkali diberikan informasi yang "terlalu berlebihan"
"Banyak mahasiswa datang dengan tujuan dan harapan untuk bisa belajar dan mendapatkan pekerjaan," kata Yeganeh.
"Tapi dalam beberapa kasus, mereka tidak tahu apa yang mereka mau."
Ia juga mengatakan universitas seringkali tidak menjelaskan kualifikasi yang dibutuhkan untuk menggeluti karier pilihan mereka di Australia.
Mahasiswa internasional juga seringkali tidak mendapatkan kesempatan kerja yang sebanding dengan mahasiswa lokal.
Ketika Yeganeh pertama kali hadir di sebuah career expo tahun 2018, banyak lowongan pekerjaan secara terang-terangan menyebut mereka tidak menerima mahasiswa internasional.
"Ada beberapa lowongan yang menerima kami, namun jumlahnya sangat-sangat sedikit," katanya.
"Saya bisa menghitungnya dengan satu jari."
Sebuah laporan terbaru mengatakan lulusan pelajar internasional diberi harapan palsu untuk bisa menetap di Australia
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi