Australia Dianggap Memberikan Harapan Palsu kepada Pelajar Internasional

Ia mengatakan banyak yang sudah berubah, namun laporan Grattan Institute mencatat kebanyakan perusahaan masih tidak ingin mempekerjakan lulusan internasional.
"Alasan utama perusahaan tidak mau mempekerjakan lulusan internasional adalah karena mereka belum tentu bisa menetap di Australia dalam jangka waktu panjang," ujar Brendan.
Anjuran mengubah aturan
Laporan Grattan Institute mengatakan Australia harus menolong lulusan internasional untuk bisa mendapatkan pekerjaan di Australia, salah satunya dengan merilis kampanye yang bisa mengubah persepsi perusahaan terhadap lulusan pelajar internasional.
Laporan tersebut juga menyerukan perubahan aturan visa untuk mengurangi jumlah lulusan yang mengalami ketidakpastian, serta agar bisa memilah lulusan terbaik yang bisa tinggal di Australia.
Rekomendasi yang diajukannya antara lain menaikkan standar bahasa Inggris, membatasi usia visa sementara hanya untuk lulusan berumur 35 tahun ke bawah, juga hanya memberikan visa lebih panjang untuk lulusan yang berpenghasilan setidaknya AU$70,000 setahun.
Batas umur untuk visa izin tinggal sementara tersebut saat ini adalah 50 tahun.
Temuan tersebut juga menyebutkan perpanjangan visa bagi lulusan dari bidang yang diprioritaskan juga harus dihapus.
"Belajar sebuah bidang ilmu bukan berarti Anda jadi lulusan berbakat," ujar Brendan.
Sebuah laporan terbaru mengatakan lulusan pelajar internasional diberi harapan palsu untuk bisa menetap di Australia
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi