Australia Jatuhkan Sanksi Terhadap 5 Pejabat Militer Myanmar

Maung Maung Soe dipecat dari jabatannya sebagai komandan Biro Operasi Khusus pada Juni setelah Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepadanya sementara Aung Kyaw Zaw, kepala Komando Barat, diizinkan mengundurkan diri pada bulan Mei.

Tiga pejabat militer lainnya - Aung Aung, Than Oo dan Khin Maung Soe - tetap bersama Tatmadaw, nama resmi Angkatan Darat Myanmar.
Sementara Panglima Tertinggi Min Aung Hlaing tidak mendapat sanksi oleh Australia dalam pengumuman ini, Facebook mencabut akun terverifikasi Hlaing pada bulan Agustus setelah penerbitan laporan PBB.
Diana Sayed, juru kampanye krisis Amnesty International Australia, menyambut pengumuman Menteri Payne tetapi meminta Pemerintah Australia untuk menarik dukungan keuangan bagi Tatmadaw dan mempertimbangkan memperluas sanksi kepada beberapa individu lain yang telah terlibat.
Australia mengalokasikan hampir $ 400.000 (atau setara Rp 4 miliar) untuk melatih militer Myanmar dalam anggaran terakhir, yang menurut Sayed membuat Australia "tak sejalan dengan warga dunia lainnya".
"Kami tak bisa mengumumkan sanksi dan dengan cara yang sama terlibat dengan militer melalui departemen pertahanan kami," katanya kepada ABC.
Menteri Payne mengatakan Australia akan "terus mendukung kebutuhan kemanusiaan mereka yang terkena dampak" dan bekerja dengan Myanmar untuk "mendorong upaya menuju solusi jangka panjang dan tahan lama terhadap krisis".
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang