Australia Kembangkan Terapi Plasma Darah untuk Pasien COVID-19

"Ini dibuat dengan mengambil plasma dari mereka yang sudah sembuh, kemudian dibuat lewat langkah khusus sehingga menghasilkan produk yang akan memiliki jumlah immunoglobulin di dalamnya," katanya.
"CSL di Australia akan memimpin kerja ini dan kemudian membagikan hasilnya."
Untuk memulainya, perusahaan tersebut memerlukan sumbangan 800 plasma dari mereka yang pernah mengidap COVID-19.
Dr Gittleson mengatakan uji klinis pertama kemungkinan akan melibatkan 50 sampai 100 orang.
"Jenis pasien yang akan menerima uji klinis ini adalah mereka yang sudah terinfeksi dan berada di rumah sakit, serta mereka yang mulai menghadapi kesulitan dalam bernapas," katanya.
"Mereka dalam taraf kesulitan bernapas … namun belum lagi menggunakan ventilator."
Tetapi Dr Gittleson mengatakan produk 'hyperimmune' juga bisa digunakan sebagai langkah pencegahan, sehingga ada ketertarikan untuk produk ini digunakan di masa depan.
"Ini bisa digunakan oleh pekerja kesehatan yang secara tidak sengaja tertular, karena menghadapi penyakit ini terus menerus, sehingga memiliki kemungkinan tertular virus tinggi," katanya.
Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt mengumumkan adanya kemungkinan pengobatan baru untuk memerangi COVID-19 dengan menggunakan plasma darah pasien yang sudah sembuh
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana