Australia Kembangkan Terapi Plasma Darah untuk Pasien COVID-19

"Namun yang pertama adalah kita harus melihat pasien yang sudah terkena dan yang akan mendapat manfaat terbesar dimana alternatif lain tidak ada untuk mereka."
Dr Gittleson mengatakan tahap pertama penelitian dan pengembangan adalah "kerja secara teknologi yang susah dilakukan", namun produk ini akan menjadi penting bila Australia mengalami gelombang kedua infeksi.
"Apa yang kami kerjakan saat ini akan menjadi senjata yang berguna bila ada peningkatan wabah lagi." katanya.
Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan penelitian ini bukanlah "jaminan" akan berhasil, namun "menjanjikan" dan merupakan bagian dari penelitian mengenai vaksin dan pengobatan lain yang dilakukan di Australia saat ini.
Sebelumnya ABC melaporkan jika ada upaya darah yang diduga berasal dari pasien yang sembuh dari virus corona dijual di pasar gelap online.
Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini.
Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt mengumumkan adanya kemungkinan pengobatan baru untuk memerangi COVID-19 dengan menggunakan plasma darah pasien yang sudah sembuh
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana