Australia Larang Donasi Politik dari Luar Negeri

Australia akan melarang donasi politik dari luar negeri dan mereka yang coba mempengaruhi perpolitikan negara ini atas nama negara lain akan dipaksa mengumumkan mereka bekerja untuk siapa.
Demikian antara lain ketentuan dalam UU baru mengenai kegiatan mata-mata dan intelijen yang diumumkan Perdana Menteri Malcolm Turnbull, Selasa (5/12/2017).
Saat ini perpolitikan Australia diwarnai oleh kekhawatiran di kalangan komunitas intelijen mengenai pengaruh agen-agen Pemerintah China dan donasi politik.
PM Turnbull mengatakan Pemerintah tidak boleh naif terhadap ancaman campur tangan asing. Dia menekankan fokus UU tersebut bukanlah pada loyalitas warga Australia yang multikultural.
"Kekuatan luar negeri melakukan upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya dan semakin canggih mempengaruhi proses politik, baik di sini maupun di luar negeri," kata PM Turnbull.
Dia mengatakan prihatin dengan laporan mengenai pengaruh China, namun menekankan bahwa UU tersebut tidaklah fokus pada satu negara saja. Dia mengutip laporan mengenai upaya Rusia mencampuri pemilu AS.
UU tersebut akan menciptakan skema transparansi menurut ketentuan Registrasi Agen Luar Negeri AS, yang mengharuskan orang untuk mengumumkan mereka bekerja atau bertindak atas nama pihak asing.
"Dengan terdaftar seharusnya tidak terlihat sebagai noda dan tentunya bukan suatu kejahatan," kata PM Turnbull.
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya