Australia Masih Membutuhkan Banyak Pekerja Asing

"Ketika saya ditawari pekerjaan, rasanya di sini ada begitu banyak kesempatan untuk bekerja dan tumbuh," katanya.
Dia senang dengan suasana kerja sama di tempat kerjanya yang baru.
Pembukaan perbatasan internasional disambut baik
Renee Baltov mengatakan dia menyambut baik dibukanya perbatasan internasional mulai minggu ini, tetapi memperkirakan bahwa tidak akan ada pekerja migran yang segera akan melamar kerja di tempatnya.
"Saya kira kemungkinan akan muncul perlahan," katanya.
"Yang ingin saya lihat adalah masih sulitnya mendapatkan visa bagi migran baru dan pemerintah harus melihat masalah yang dialami UMKM dan membuat aturan yang memudahkan kedatangan pekerja migran."
Dia mengatakan sudah menghabiskan ratusan juta rupiah memberi sponsor bagi salah seorang pekerjanya, tukang potong rambut untuk pindah ke Australia dari Inggris tujuh tahun lalu, dan sampai sekarang masih berusaha untuk mencari jalan agar pekerja itu bisa tinggal permanen.
"Hal yang bagus mengenai pekerja migran adalah mereka berasal dari kalangan yang begitu beragam dan bekerja di berbagai industri," katanya.
"Mereka bisa mengajari tukang cukur atau pekerja salon di Australia hal-hal yang tidak pernah dipelajari di sini dan juga kebalikannya.
Menurut para ekonom, Australia sudah berhasil mengatasi gelombang penularan kasus varian Omicron selama beberapa bulan terakhir dan sekarang perekonomian membutuhkan banyak pekerja
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi