Australia Menyetujui Penggunaan Vaksin Novavax Serta Pil Anti-virus Untuk Pasien COVID

Obat ini akan dikonsumsi selama lima hari, dua kali sehari, bagi mereka yang memiliki gejala COVID ringan hingga sedang.
TGA menekankan jika obat ini bukan pengganti vaksinasi, karena vaksin tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah gejala parah dan kematian akibat COVID.
"Salah satu obat-obatan tersebut harus diberikan sesegera mungkin setelah diagnosis COVID-19 dan dalam waktu lima hari sejak gejala dimulai," kata Profesor Skerritt.
Pil ini dirancang untuk mencoba mencegah gejala COVID seseorang ke tahap yang lebih parah, dengan mengganggu kemampuan virus berkembang biak di dalam tubuh pasien.
Tetapi Profesor Skerritt mengatakan obat-obatan itu tidak cocok untuk semua orang.
Misalnya, mereka yang ingin hamil, yang sedang hamil atau menyusui, atau mereka yang mengalami masalah ginjal atau fungsi hati yang parah.
Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt mengatakan pasien akan bisa mendapatkan pil melalui resep dari dokter umum atau 'GP' atau di rumah sakit.
"Pengobatan akan membantu yang mereka yang paling rentan, terutama beberapa warga lanjut usia yang lebih berisiko terkena COVID," katanya.
Vaksin Novavax akan bisa segera didapatkan di Australia, begitu juga dengan dua obat yang bisa diberikan kepada mereka yang sakit COVID dengan gejala ringan hingga sedang
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi