Australia Negara Terbanyak Lakukan Tes Virus Corona

Sekitar 13 ribu 'child care' yang tersebar di seluruh Australia, yang mempekerjakan sekitar 200 ribu orang, akan bisa bertahan.
"Saya bisa mengatakan kepada seluruh orang tua, yang masih memerlukan child care untuk anak-anak, bahwa tetap dibuka, dan jadi mereka dapat membawa anak-anaknya ke tempat biasanya, tidak perlu mencari tempat baru lagi," kata Dan.
PM Morrison mengatakan 'child care' dan pendidikan untuk balita sangat penting bagi Australia, karena banyak orang tua yang bekerja di sektor penting, seperti di bidang kesehatan dan pendidikan.
"Industri yang penting itu bukan saja seperti misalnya dokter atau perawat di rumah sakit, namun juga misalnya petugas pembersih di rumah sakit."
"Mereka yang mengendarai truk membawa bahan makanan ke supermarket guna memastikan pasok berlanjut juga merupakan hal yang penting."
Desakan agar para pencari suaka dibebaskan
1.249 pekerja profesional di bidang kesehatan di Australia telah menandatangani surat yang meminta agar semua orang yang sedang ditahan di pusat tahanan imigrasi di seluruh Australia dibebaskan.
Surat itu mengatakan pusat tahanan imigrasi, seperti kompleks apartemen The Mantra di Melbourne yang berisi para pencari suaka dan pengungsi, adalah "wilayah beresiko tinggi bagi kesehatan mental dan fisik para tahanan".
Surat tersebut sudah dikirimkan ke Menteri Dalam Negeri Peter Dutton, Menteri Imigrasi Alan Tudge, dan Menteri Urusan Multikultur Jason Woods, tanggal 24 Maret lalu.
Australia menjadi negara pertama yang telah melakukan tes terhadap 1 persen dari jumlah penduduknya, dalam upaya mengendalikan penyebaran virus corona yang sekarang sudah pandemik di hampir seluruh dunia
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana