Australia Peringati Hari Maaf Nasional setiap 26 Mei, Begini Sejarah Kelam yang Menginspirasinya

Maurice Walker berasal dari Woorabinda di Queensland, dan sekarang menginvestasikan waktunya kembali ke komunitas Pribumi di Canberra.
Dia mengatakan orang tua dan leluhurnya telah dipindahkan dari tanah air mereka sebelum mereka menetap di Queensland.
Maurice mengatakan menandai Hari Maaf Nasional itu penting karena itu berarti mengakui trauma dan kehilangan yang diciptakan melalui kebijakan pemerintah.
"Ini menciptakan kesan bahwa pemerintah mengakui kesalahan yang mereka lakukan," katanya.
Tetapi Walker mengatakan penting bagi warga Australia untuk melakukan percakapan terbuka dan memungkinkan orang untuk bertanya, daripada membiarkan desas-desus atau mitos terus menyebar.
Masa lalu yang tak terlupakan
Monica Wallabindi setuju bahwa mempelajari dan mendidik orang lain tentang peristiwa penting di masa lalu, seperti Generasi yang Dicuri, penting untuk mengatasi kesalahpahaman atau persepsi negatif tentang Hari Maaf Nasional.
"Saya tidak bisa mendamaikan bagaimana Anda bisa hidup di tanah ini, tanah yang telah dirawat selama puluhan ribu tahun, dan setidaknya tidak melakukan tugas Anda untuk belajar tentang sejarah kita bersama," kata Monica.
Katrina Fanning mengatakan salah satu cara terbaik untuk maju adalah melalui pendidikan dan pengungkapan kebenaran.
Australia menandai 'National Sorry Day' pada tanggal 26 Mei setiap tahun, mengingat dan mengakui perlakuan buruk
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana