Australia Segera Buka Museum di Bawah Laut

Australia akan segera memiliki museum di bawah laut dengan harapan dapat meningkatkan kepedulian soal ekosistmen laut yang kini terancam, termasuk upaya merehabilitasi terumbu karang.
Museum of Underwater Art (MOUA) akan menjadi museum di bawah laut pertama yang ada di belahan dunia selatan.
"Rumah Kaca Karang" ini akan menampilkan lebih dari 20 karya seni yang terbuat dari baja tahan karat dan semen khusus di kawasan John Brewer Reef, sebelah utara negara bagian Queensland.
Seniman pahat, Jason deCaires Taylor, mengatakan butuh waktu lebih dari sembilan bulan untuk pemasangannya.
"Dalamnya sekitar 18 meter ke bawah, tingginya bisa mencapai sembilan setengah meter dan beratnya lebih dari 160 ton," kata Jason.
Ia mengatakan museum ini terdiri dari sebuah bangunan dengan 20 patung dalam pose yang berbeda-beda.

"Akan ada juga karang laut dan tentunya ikan-ikan yang akan segera pindah ke sana."
Australia akan segera memiliki museum di bawah laut dengan harapan dapat meningkatkan kepedulian soal ekosistmen laut yang kini terancam, termasuk upaya merehabilitasi terumbu karang
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana