Australia Selatan Memiliki Angka Pengangguran Tertinggi

Holden akan menghentikan produksi di Elizabeth, Australia Selatan di tahun 2017. (AAP: Eric Sands)
Dia mengatakan tingginya angka pengangguran ini disebabkan karena Australia mengalami dua hal 'buruk' sekaligus, yaitu jatuhnya industri otomotif di sana, dan jatuhnya harga komoditi dunia.
"Strategi ekonomi kita adalah membuat transisi dari ekonomi lama ke ekonomi baru." kata Gago.
"Kami sudah memiliki rencana untuk mendiversifikasi ekonomi, untuk membantu munculnya industri baru, dan juga bekerja dengan industri untuk mengurangi biaya."
Juru bicara bidang tenaga kerja pihak oposisi David Pisoni mengatakan rencana transisi pemerintah ini tampaknya tidak berhasil, meskipun ada penurunan angka pengangguran dalam dua bulan terakhir.
"Kalau kita melihat lebih rinci, jumlah lapangan kerja penuh waktu semakin sedikit di Australia Selatan. Ekonomi mengalami transisi dari kerja penuh waktu ke kerja paruh waktu."
Pisoni juga mengatakan tenaga kerja pria paling terpukul karena turunnya industri tradisional dan mereka tidak mampu bertransisi ke industri baru di sana.
"Yang terlihat adalah angka pengangguran pria terus naik. Sekarang adanya 8,3 persen, dan ini sudah naik selama enam bulan terakhir." kata Pisoni.
Data terbaru dari Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan bahwa Australia Selatan tetap menjadi negara bagian di Australia yang memiliki tingkat
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi