Australia Tak Laku Lagi, Pekerja Terampil Kini Lebih Memilih 3 Negara Ini

Berbekal visa kerja sambil berlibur, Ariel Azzimonti tiba di Australia untuk pertama kalinya, dengan membawa serta keahlian sebagai penata rambut dengan kemampuan bahasa Inggris seadanya.
Delapan tahun kemudian dia sudah menjadi warga negara, lancar berbahasa Inggris, menjalani kuliah bidang musik serta aktif bermain musik jazz bersama temannya.
Sebelum pandemi COVID-19, Ariel membayangkan dirinya akan membina rumah tangga di Kota Sydney.
Namun penutupan perbatasan membuatnya tak bisa mengunjungi keluarganya di Argentina.
Kini ia berpikir ulang rencana masa depannya di Australia.
"Agak menyulitkan juga," ujarnya.
"Keluarga sangat khawatir sementara kita berada di belahan dunia lain."
Menurut laporan komite migrasi Parlemen Australia, sejak perbatasan ditutup pada bulan Maret tahun lalu, lebih dari 500.000 penduduk sementara telah meninggalkan negara Australia.
Di bulan Juni lalu, Pemerintah Australia mengakui adanya kekurangan pekerja terampil
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi