Australia Tetap Terbuka Bagi Petani Kulit Putih Afsel

"Saya yakin kita bisa melihat sejumlah kasus itu, dan menentukan apakah atau tidak yang memenuhi kriteria kami. Jika demikian, kami akan menawarkan tempat kepada mereka yang dalam keadaan seperti itu," paparnya.
Mabaya mengakui sejumlah petani kulit putih menghadapi kekerasan. Namun dia membantah para petani tersebut menjadi sasaran karena ras mereka, atau bahwa mereka menghadapi penganiayaan politik.
Salah satu petani Afsel Nicci Simpson kepada Radio National ABC mengatakan akan mendorong generasi muda kulit putih Afsel untuk mempertimbangkan tawaran Australia.
"Untuk keselamatan mereka sendiri serta keselamatan dan masa depan anak-anak mereka," katanya.
"Jika kesempatan itu ada bagi anak-anak muda untuk menerima tawaran ini. Kerugian kami tetapi tentu saja keuntungan bagi Anda," ujarnya.
Simpson mengatakan dia sendiri telah diserang tahun lalu di pertaniannya. Dia juga menyebut bahwa peternak sapi di dekat pertaniannya telah dibunuh.
Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia