Australia Tidak Bisa Menyelamatkan Warga Afghanistan Pendukungnya

jpnn.com, KABUL - Australia tidak bisa mengevakuasi semua warga Afghanistan yang bekerja dengan militernya, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pada Selasa.
Perdana Menteri Morrison mempersiapkan rencana evakuasi setelah Taliban menguasai Afghanistan.
Pemerintah Australia mengatakan pada Senin akan mengirim 250 personel militer ke Kabul untuk mengevakuasi warganya dan sejumlah warga Afghanistan yang telah diberikan visa setelah bekerja dengan Australia.
Pasukan AS yang mengendalikan bandara Kabul melanjutkan penerbangan evakuasi pada Selasa, sehari setelah kekacauan di sana ketika warga Afghanistan yang putus asa berusaha melarikan diri.
"Kami akan terus melakukan segala yang kami bisa untuk mereka yang telah mendukung kami, seperti yang kami lakukan hingga hari ini," kata Morrison kepada wartawan di Canberra.
"Tetapi saya ingin berbicara secara terbuka dengan para veteran bahwa terlepas dari upaya terbaik kami, saya tahu bahwa dukungan tidak akan mencapai semua yang seharusnya."
Australia adalah bagian dari pasukan internasional pimpinan NATO yang memerangi Taliban dan melatih pasukan keamanan Afghanistan bertahun-tahun setelah gerilyawan digulingkan pada 2001.
Lebih dari 39.000 personel militer Australia bertugas di Afghanistan dan 41 di antaranya tewas di negara itu.
Pemerintah Australia mengatakan pada Senin akan mengirim 250 personel militer ke Kabul untuk mengevakuasi warganya dan sejumlah warga Afghanistan yang telah diberikan visa
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Pemerintah Australia Umumkan Anggaran Baru, Ada Kaitannya dengan Migrasi
- Terungkapnya Tindakan Kekerasan di Sejumlah Pusat Penitipan Anak di Australia
- Kabar Australia: Gaji AU$ 100.000 Belum Tentu Cukup untuk Sewa Rumah
- Bagaimana Peluang Timnas Indonesia Lulus Piala Dunia 2026 Seusai Dihajar Australia?
- Timnas Indonesia Kalah Terlalu Banyak, Kluivert: Kami Tak Pernah Menundukkan Kepala