Australia Ubah Syarat Penerima Vaksin AstraZeneca Menjadi 60 Tahun ke Atas

Letjen Frewen mengatakan, saran terbaru yang dikeluarkan ATAGI saat ini akan berdampak pada kelompok warga dengan jumlah yang jauh lebih kecil.
"Dari perspektif logistik, ini memerlukan penyesuaian yang relatif kecil bagi kami. Kami dapat mengakomodasi penyesuaian ini dengan baik," katanya.
Dalam sebuah pernyataan, AstraZeneca menyebutkan pihaknya menghormati keputusan pemerintah federal dan berkomitmen untuk mendukung vaksinasi.
"Keselamatan pasien adalah prioritas tertinggi bagi AstraZeneca, dan kami terus bekerjasama dengan TGA dan regulator lainnya di seluruh dunia," katanya.
Bisakah orang menerima vaksin berbeda-beda?
Sementara TGA Australia belum menyetujui pencampuran dan pencocokan vaksin COVID yang berbeda, namun sejumlah negara telah melakukannya.
Misalnya, penelitian sedang dilakukan di Inggris tentang seberapa efektif menyuntikkan vaksin AstraZeneca untuk tahap pertama dan suntikan Pfizer untuk tahap kedua.
"Hanya ada sedikit bukti bahwa hal ini efektif atau aman," jelas Profesor Kelly.
Terlepas dari saran kesehatan saat ini, orang dapat meminta vaksin AstraZeneca jika mereka berusia di bawah 50 tahun selama orang tersebut memahami dan mau menerima risikonya.
Setelah kematian warga berusia 52 tahun, Pemerintah Australia kini hanya memperbolehkan warga di atas 60 tahun yang boleh mendapat vaksinasi AstraZeneca
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana