Awasi Peredaran Buku Pelajaran Sekolah
Minggu, 21 Juli 2013 – 14:27 WIB

Awasi Peredaran Buku Pelajaran Sekolah
Namun, Sutomo tidak menampik, ada beberapa sekolah belum mengetahui tiga standar tersebut. Tetapi, dia menampik dugaan beberapa pihak bahwa faktor bonus dari penerbit tertentu menjadi penyebab beredarnya buku porno.
Baca Juga:
“Ini yang dilematis, saat sekolah tidak diperbolehkan menjual buku, penerbit membanjiri sekolah. Di situlah kelemahan pengawasan. Di satu sisi sekolah berusaha menghindari monopoli penerbit tertentu, di sisi lain pilihan yang beragam sehingga lengah dalam melihat isi,” ujarnya.
Saat ditanya apakah di sekolah lain telah ditemukan buku yang sama, dia mengaku belum mengetahui. “Bisa saja ditemukan di sekolah lain, namun bisa juga tidak ditemukan. Pengadaan buku penunjang adalah inisiatif pihak sekolah, mau pilih buku yang mana,” katanya.
Investigasi yang kini dilakukan PGRI Kaltim tidak tertutup kemungkinan menyeret sekolah dan Disdik Samarinda. “Kami terus menghimpun informasi, dengan meminta konfirmasi dari pihak sekolah dan Disdik. Jika benar buku tersebut melenceng dari tiga syarat tadi, maka kepala sekolah dan kepala Disdik Samarinda bisa dikenakan sanksi,” tandasnya.
SAMARINDA – Beredarnya buku yang mengandung unsur pornografi sejatinya dapat dihindari jika sekolah maupun Dinas Pendidikan (Disdik) mengetahui
BERITA TERKAIT
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Algonova Bantu Asah Keterampilan Anak-anak Sejak Dini
- LLDIKTI IV Percepat Kenaikan Puluhan Jabatan Dosen Universitas Kristen Maranatha
- Gelar Acara M3, Ganesha Operation Berbagi Strategi Jitu Masuk PTN Terbaik
- Muhammadiyah Jakarta Minta Izin kepada Pramono Terkait Pembangunan Universitas
- Waka MPR Ibas Berharap Sekolah Rakyat Dibangun di Pacitan, Minta Bupati Siapkan Lahan