Azis Syamsuddin: PON Papua Bukan Sekadar Prestise, tetapi Sejarah yang Ditunggu

"Ini menjadi catatan sejarah, sejak kali pertama PON 1948 di Solo. Kebanggaan itu makin komplet rasanya dengan adanya raihan prestasi baru, ada rekor baru di setiap gelanggang olahraga," harap Azis.
Wakil ketua umum Partai Golkar itu juga berharap pemerintah pusat khususnya Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua mampu bekerja maksimal dalam membantu kelancaran pelaksanaan.
Menurut dia, tentunya tidak hanya sebatas venue, fasilitas pendukung maupun sarana lainnya.
Namun, ada banyak hal seperti dari sisi kualitas penyelenggaraan, sampai jaminan harga tiket tidak melonjak.
"Semua ini harus dipertimbangkan. Karena (PON Papua) akan menyedot animo publik dari penjuru nusantara," jelas Azis.
Di sisi lain, Azis juga mengharapkan masyarakat di Bumi Cenderawasih dapat berpartisipasi menyukseskan penyelenggaraan ajang olahraga tersebut dengan turut menjaga kondisi keamanan di wilayah setempat.
"Keamanan PON bukan saja tanggung jawab TNI dan Polri, namun merupakan tanggung jawab masyarakat di Bumi Cenderawasih. Saya yakin semangat ini pun tumbuh dari anak-anak bangsa di Papua," terang Azis.
Berdasar dialog, informasi yang berkembang, dan pandangan mata di lapangan, Azis menilai tak ada lagi keraguan dalam pelaksanan PON.
Azis Syamsuddin mengatakan PON XX 2021 di Papua adalah sejarah yang akan tercatat dalam perjalanan bangsa Indonesia.
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Kejaksaan Sita Rp 1,5 M Duit Panas PON Papua, Nixon Bidik Pejabat Negara
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Aksi Tolak RUU TNI Masih Berlangsung, Sejumlah Pedemo Dibawa Sukarelawan Medis
- RUU TNI Disahkan Jadi UU, Sekjen KOPI Kecam Segala Bentuk Aksi Kekerasan yang Mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa
- DPR Segera Bahas RKUHAP, Muncul Penegasan Penyidikan Harus Pakai CCTV