Azis Syamsuddin: Saya Rindu Menjalani Keseharian Bersama Keluarga

Dia mengaku akan meneruskan perjuangan kehidupan bersama dengan keluarganya, dengan menjadi dosen yang telah dilakukan selama hampir delapa tahun.
“Dan juga sebagai advokat yang hampir 17 tahun nonaktif karena terikat undang-undang sebagai anggota DPR tidak dapat berperan sebagai advokat," ungkap Azis.
Pada kesempatan itu, Azis juga menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah pihak.
"Saya dengan 10 jari memohon maaf yang setulus-tulusnya,” katanya.
Dia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada konstituennya, partai yang membesarkannya, dan lembaga-lembaga negara yang terkait.
“Karena saya harus fokus kepada proses hukum yang saya hadapi, sehingga tidak bisa menyelesaikan amanah yang diberikan kepada saya sebagai pimpinan DPR," kata Azis.
Dia berharap proses peradilan yang ia jalani kelak akan menjadi contoh peradilan yang berdasarkan fakta dan mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
"Permohonan maaf saya sebesar-besarnya saya sampaikan kepada istri dan kedua anak saya tercinta, kepada seluruh masyarakat Lampung yang merupakan daerah pemilihan saya sebagai wakil rakyat atas dampak secara langsung maupun tidak langsung dari ujian yang harus saya lalui," kata Azis.
Azis Syamsuddin mengaku masalah hukum yang saat ini menjeratnya merupakan kado dari Tuhan. Dia rindu menjalani keseharian bersama keluarga
- Sebelum Sidang, Hasto Sebut Kasusnya sebagai Kriminalisasi Politik
- Ridwan Kamil Sulit Dihubungi Seusai Rumahnya Digeledah KPK
- Bicara Sebelum Sidang Perdana, Hasto: Saya Adalah Tahanan Politik
- Febri Nilai Dakwaan Terhadap Hasto Menyimpang dari Fakta Hukum
- Usut Kasus CSR BI, KPK Periksa 2 Anggota DPR dari Nasdem
- KPK Panggil Billy Beras Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa