Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
Presiden Trump juga berpendapat pendapatan yang dikumpulkan dari tarif akan meningkatkan kekayaan Amerika Serikat.
Ia dan para penasihatnya berulang kali membenarkan penerapan tarif timbal balik pada semua mitra dagang, termasuk Indonesia, dengan alasan keadilan.
Alasannya, jika negara-negara lain mengenakan pajak pada barang ekspor Amerika Serikat, maka sebaliknya Amerika Serikat pun akan mengenakan pajak pada barang-barang dari negara lain.
Tarif yang diberlakukan untuk Indonesia lebih rendah dibanding tarif untuk barang-barang dari negara di kawasan Asia Tenggara. Malaysia dikenakan tarif sebesar 49 persen, Kamboja juga 49 persen, Vietnam dengan tarif 46 persen.
Sementara Tiongkok akan dikenakan tarif sebesar 34 persen, Uni Eropa menghadapi tarif sebesar 20 persen, dan Inggris akan dikenakan tarif sebesar 10 persen.
Laporan tambahan Emily Clark dan Brad Ryan di Washington DC
Amerika Serikat akan memberlakukan tarif impor mulai 9 April nanti termasuk barang-barang dari Indonesia. Sejumlah pengamat di Indonesia mengatakan hal ini berpotensi jadi babak baru perang dagang
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Kampanye Pemilu di Australia: Jarang Ada Spanduk, Lebih Menjual Kebijakan
- Rupiah Mulai Bangkit, Akankah Terus Berlanjut?
- Lady Gaga Bakal Gelar Konser di Australia Akhir Tahun Ini
- Tunggu 20 Persen
- Dunia Hari Ini: Tiongkok Akan 'Melawan' Tarif yang Diberlakukan Trump
- RI Terdampak Perang Dagang, Prabowo: Kita Tetap Tenang