Bacalah, Penipuan Bermodus Nomor Token Listrik dan Pulsa HP

Mereka memberitahukan seolah-olah ada perubahan tarif layanan transaksi mobile banking dari Rp 500 menjadi Rp 150.000 per transaksi per bulan untuk semua transaksi.
“Selanjutnya ditanyakan kepada nasabah setuju atau tidak. Kalau tidak setuju, pelaku seolah-olah akan membantu untuk kembali ke tarif awal,” ucap Kus.
Sambil berkomunikasi, pelaku menekan pada menu transfer di aplikasi internet banking.
Setelah itu korban menerima SMS dari layanan bank berisi M token. Pelaku meminta nomor token tersebut.
Nasabah memasukkan ke app internet banking sehingga terjadilah transaksi tersebut.
“Apabila dengan cara tersebut tidak berhasil, pelaku menggunakan dengan cara lain, yaitu nasabah mendapatkan hadiah, salah kirim SMS tentang token listrik dan lain-lain,” paparnya.
Kasat Reskrim Polres Tanbu AKP Alfian mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut karena ada pelaku lain dalam sindikat itu.
“Ada delapan pelaku lain yang sudah masuk DPO. Kami juga terus melakukan koordinasi dengan Polda Sumsel agar para pelaku ini bisa ditangkap,” kata Alfian.
Anda harus berhati-hati ketika menerima SMS yang berisi nomor token listrik dan pulsa telepon seluler.
- Tabratas Tharom Ditetapkan Kembali Jadi Tersangka, Kali Ini Terkait Kasus Penipuan
- Bikin Malu Polri, Oknum Polisi di Kupang Menipu Hingga Rp 400 Juta
- Tarisyah Amanda Jadi Korban Penipuan, Modusnya Dijanjikan Kerja di BPJS Palembang, Kerugian Sebegini
- Sejumlah Warga Situbondo Tertipu Biro Perjalanan Umrah dengan Harga Murah
- Diduga Melakukan Penipuan, Mertua & Menantu Dilaporkan ke Polda Metro
- Kodam Udayana Dicatut Penipu, Begini Kasusnya