Bagaimana Cara Prajurit Satlinlamil Mahir Menembak? Klik Di Sini

jpnn.com - JAKARTA – Prajurit Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya mengikuti latihan menembak senjata laras panjang dan pistol di lapangan tembak Krida Braja, AAL, Bumimoro, Surabaya, akhir pekan kemarin.
Latihan menembak ini merupakan bagian dari program kerja Staf Operasi (Sops) Satlinlamil Surabaya. Kegiatan digelar ini dimaksudkan sebagai salah satu bentuk upaya pembinaan personel Satlinlamil Surabaya agar senantiasa memiliki kemampuan dasar sebagai prajurit dalam menembak.
Komandan Satlinlamil Surabaya Kolonel Laut (P) Tedjo Sukmono mengatakan kegiatan latihan diikuti 65 orang terdiri dari 15 perwira dari unsur KRI dan Staf menembak laras pendek menggunakan pistol jenis sig sauer dan 40 prajurit Bintara dan tamtama menembak laras panjang menggunakan senjata jenis SS1.
Ia juga menjelaskan, sebelum melaksanakan penilaian, para petembak laras pendek maupun laras panjang diberi kesempatan untuk melaksanakan tembak percobaan dengan lima peluru. Sedangkan untuk penilaian menembak laras pendek jenis slow fire dilaksanakan dua kali dengan masing-masing sepuluh peluru, dan untuk penilaian menembak laras panjang dilaksanakan dengan tiga sikap, yaitu tiarap, duduk dan berdiri, yang masing-masing menggunakan sepuluh peluru.
“Latihan ini dilaksanakan secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik senjata,” ujar mantan Komandan Lanal Sibolga ini seperti dilansir dalam siaran pers Kadispen Kolinlamil Letkol Laut (KH) Bazisokhi Gea.
Ia menegaskan latihan ini untuk melatih kemahiran menembak baik secara perorangan maupun tim (kesatuan) sehingga mampu menggunakan senjata dengan baik sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dirut PLN IP Apresiasi Ribuan Petugas yang Menjaga Kebutuhan Listrik saat Lebaran
- Kejaksaan Terancam Dilarang Usut Rasuah, Pakar: Senjakala Pemberantasan Korupsi
- Puncak Arus Balik 6 April, KAI Minta Pemudik Berangkat Lebih Awal
- Peduli Santri, PIK2 Salurkan Beras untuk Pesantren Al-Wahdah
- Kejagung Dinilai Perlu Telisik Pengadaan Minyak Mentah di Indonesia
- Pemkot Bandung Wanti-wanti Pendatang Untuk Lapor ke RT RW