Bagaimana Nih? Jumlah Jaksa Nakal Kian Bertambah

jpnn.com - JAKARTA - Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Pengawasan Jasman Pandjaitan mengimbau Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri untuk memperkuat pengawasan terhadap para jaksa-jaksanya.
Jasman menegaskan, Kajati dan Kajari harus selalu mengadakan pertemuan rutin setiap Senin pagi atau Jumat sore sebagai upaya penguatan pengawasan melekat. Pertemuan rutin tersebut penting untuk memantau kehadiran para jaksa, kinerja mingguan serta perkembangan penanganan perkara di tiap unit kerja.
"Jadi, para jaksa diawasi kerjanya sehingga diketahui siapa saja yang didekati jaksa dalam upaya menuntaskan kasus. Dari situ dapat dilihat ada penyimpangan atau tidak selama menangani kasus," kata Jasman, Selasa (13/10).
Jasman mengakui pengawasan melekat masih lemah sehingga jaksa nakal terus ada. Jumlah jaksa nakal yang dipecat Kejaksaan Agung dari tahun ke tahun semakin bertambah. Hingga September 2015, tercatat sudah 28 jaksa yang diberhentikan dari tugasnya, dari total 61 jaksa yang dijatuhi hukuman berat.
Sementara 2014 tercatat 25 jaksa diberhentikan.
Menurut Jasman, di setiap daerah tanggung jawab dipegang oleh Kajari dan Kajati beserta jajarannya. Menurutnya, jika ada anak buah yang melanggar berulang kali atau setidaknya tidak masuk kerja lebih dari 100 hari maka Kajari dan Kajati harus bertanggungjawab. "Ke depan bisa saja mereka juga ikut kena sanksi," pungkasnya. (boy/jpnn)
JAKARTA - Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Pengawasan Jasman Pandjaitan mengimbau Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri untuk memperkuat
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Seorang Pendaki Ditemukan Meninggal di Gunung Merbabu, Menhut: Utamakan Keselamatan
- Jaga Ekosistem Laut, PIS Tanam 3.000 Bibit Lamun di Teluk Bakau
- Eks Sesmilpres Sebut KKB Sudah Menyerang Wibawa Negara
- Buruh Jogja Gelar Aksi Besar-besar Peringati May Day, Ini Tuntutannya
- Program Prabowo Disebut Bisa Ubah Nasib Rakyat, 8 Juta Lapangan Kerja Bakal Tercipta
- Minta Wartawan Keluar Saat Acara Danantara, Prabowo: Tertutup, Saya Banyak Menegur Direksi