Bagaimana Pengetesan COVID-19 di India Dengan Kasus 100 Ribu Per Hari?

Warga ini melihat jenazah dan membawanya ke tempat pembakaran, dan mereka merasa itu kewajiban yang harus dilakukan.
Namun kalau yang meninggal itu positif corona, maka ada kemungkinan virus masih bisa menyebar.
Rumah sakit tidak akan memberikan jenazah untuk dikremasi, sampai ada hasil COVID-19nya.
Seringkali laporan itu sudah ditunggu-tunggu sehingga tekanan untuk mengetahui hasilnya secepatnya mungkin sangat mendesak.
Setiap hari saya rata-rata bekerja 10 jam. Di awal-awal, waktu kerja lebih lama lagi, karena semua baru, virusnya baru, alat tesnya juga baru.
Ketika masuk ke lab, hal pertama yang kami lakukan adalah menggunakan hand sanitizer.
Setelah itu ada ruangan khusus dimana kami mengenakan APD (alat pelindung diri).
Di luar ruangan udaranya panas sekali dan bahkan di ruangan ber-AC, kita akan kepanasan dan berkeringat kalau mengenakan APD.
Virolog, atau pakar virus Prasad Deshpande bekerja di salah satu laboratorium pengetesan COVID-19 di India
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi