Bahas Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi Timah, PERPAT Bangka Belitung Ajukan RDP
jpnn.com, JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Putra-Putri Tempatan Bangka Belitung (PERPAT), mengajukan permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada Komisi III DPR RI, perihal dugaan megakorupsi tata niaga timah senilai Rp 271 triliun.
Dalam surat bernomor 001/RDP/DPP PERPAT. BABEL/I/2025, mereka menyoroti kerugian negara akibat kerusakan lingkungan, dan meminta evaluasi ulang terhadap perhitungan kerugian yang digunakan dalam proses hukum.
Surat itu juga ditembuskan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Komnas HAM, Kemenko Polhukam, PT. Timah Tbk, Kejaksaan Agung RI, dan sejumlah pihak terkait.
PERPAT mengaku keprihatinan atas penggunaan perhitungan ahli lingkungan yang dinilai tidak relevan dalam konteks kerugian keuangan negara.
Dalam kasus ini, ahli lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Bambang Hero Saharjo menyebutkan kerugian negara sebesar Rp 271.069.740.060 akibat kerusakan lingkungan yang mencakup 170.363 hektar.
PERPAT menilai bahwa Bambang tidak memiliki kompetensi untuk menghitung kerugian keuangan negara.
“Bambang Hero Saharjo adalah ahli lingkungan, bukan ahli keuangan negara. Kerugian negara seharusnya dihitung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau ahli yang relevan,” tulis PERPAT dalam suratnya.
PERPAT juga menyoroti pernyataan Bambang dalam persidangan yang dianggap tidak profesional, dan menyebut perhitungan kerugian yang diajukan tidak memisahkan antara IUP milik PT. Timah Tbk dan smelter swasta lainnya.
DPD PERPAT resmi mengajukan permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada Komisi III DPR RI terkait dugaan mega korupsi tata niaga timah senilai Rp 271 triliun
- Soal Kasus Korupsi Timah, Guru Besar IPB Bakal Dilaporkan ke Polda Babel
- Soroti Kasus Timah, Pakar Hukum Sebut Kerugian Ekologis Tak Bisa Jadi Bukti Korupsi
- Vonis Harvey Moeis Jadi Sorotan, Penegak Hukum Harus Turun Tangan
- Ahli Hukum: Kejagung Harus Buktikan Kerugian Negara Rp 300 Triliun di Kasus Korupsi Timah
- Jaksa Akhirnya Ajukan Banding Terkait Vonis Harvey Moeis
- Helena Lim Divonis 5 Tahun Penjara, Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan