Bahaya! Data Strategis di Kementerian Disasar Peretas Tiongkok

Menurutnya harus dilakukan evaluasi, kemudian pembenahan tata kelola data dan dunia siber di Indonesia secara menyeluruh.
"Pengamanan situs dan data di Indonesia harus diseriusi oleh pemerintah. Kasus pembobolan jutaan data telah berulang kali terjadi," katanya.
Politikus PKS ini juga menyoroti mengenai maraknya serangan peretas berasal dari Tiongkok.
"Indonesia bekerja sama dengan Tiongkok di bidang ekonomi, namun menjadi aneh ketika data-data strategis di kementerian dan lembaga disasar oleh peretas Tiongkok."
"Apakah ini murni peretasan untuk tujuan prestise dan ekonomis bagi nama kelompok peretas atau peretasan ini terjadi secara terstruktur dengan tujuan selain ekonomi," katanya.
The Record berdasarkan laporan dari Insikt Group, divisi riset ancaman siber milik Recorded Future menyatakan grup Hacker Mustang Panda adalah kelompok peretas dengan aksi spionase siber di Asia Tenggara.
Insikt menemukan pada April 2021 ada malware PlugX dari Mustang Panda di dalam jaringan pemerintah Indonesia.
Sukamta menegaskan spionase oleh Mustang Panda itu kemungkinan juga bukan satu-satunya upaya pembobolan data-data strategis.
Sukamta merasa ada yang aneh dengan peristiwa peretasan data-data strategis di kementerian, yang dilakukan peretas asal Tiongkok. Tujuannya apa ya?
- Seluruh Fraksi Komisi I DPR Sepakat Bawa RUU TNI ke Paripurna untuk Disahkan Jadi UU
- Kemenlu Sudah Berupaya Memulangkan Empat WNI Disekap, Tetapi Masih Buntu
- Pemerintah Ingin Batasi Penggunaan Medsos, Sukamta: Penting Dibuka Opsinya
- Israel-Hamas Gencatan Senjata, Sukamta Minta Indonesia Aktif Mengawal Perdamaian di Palestina
- Indonesia Masuk BRICS, Sukamta: Peluang Strategis Memperluas Jaringan Ekonomi & Diplomasi Global
- Di Hadapan Menhan-Panglima TNI, Legislator Bicara Kasus di Sumut, Prajurit Jangan Terpancing