Baju Rajah Datuk Ahim, Peluru Serdadu Belanda Selalu Meleset

Konon baju ini mempunyai ilmu hikmah yang mengandung kekuatan dan kekebalan bagi penggunanya.
Baju Rajah sendiri berjeniskan rompi dengan bertuliskan sekumpulan huruf arab di semua sisi. Di bagian depan tertulis lafadz Allah di dada kiri dan lafadz Muhammad di bagian dada sebelah kanan.
Helmiyati, Kasi Koleksi Mesum Perjuangan Rakyat Jambi mengatakan, Baju Rajah Datuk Ahim sudah menjadi milik museum. Baju ini miliki Datuk Ahim, merupakan Panglima Selempang Merah.
“Baju ini dipergunakan untuk kekebalan tubuh menghadapi penjajahan Belanda,” ujarnya.
Menurutnya, baju ini merupakan antipeluru, yang menyebabkan tembakkan para serdadu penjajah meleset. Sehingga baju ini disebut sebagai pelindung.
“Baju Rajah yang kita miliki asli. Kita ambil tahun 2014 dari ahli waris Datuk Ahim,” jelasnya.
Beberapa tulisan di baju rajah sejuah ini belum diterjemahkan pihak museum. Karena beberapa bagian terlihat kabur dan perlu dikaji.
“Tulisan di baju itu belum kita terjemahkan. Semuanya masih utuh,” ucapnya.
Baju Rajah Datuk Ahim merupakan bukti perjuangan rakyat Timur Provinsi Jambi melawan penjajah Belanda.
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara