Bamsoet Menyoroti Persoalan Pertahanan Siber Indonesia di Era Digitalisasi

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan, pemerintah harus bersungguh-sungguh meningkatkan pertahanan siber untuk menghadapi perubahan zaman.
Perkembangan dunia digital pada semua aspek kehidupan menghadirkan beragam ancaman.
"Sehingga keamanan dan mitigasi risiko harus diprioritaskan," ungkap pria yang akrab disapa Bamsoet ini.
Ketua umum IMI ini menuturkan, pertahanan serta keamanan siber yang tangguh mencerminkan kredibilitas negara.
"Karena itu, pemerintah didorong untuk memberi perhatian lebih dan bersungguh-sungguh pada aspek pertahanan siber," ucapnya.
Sebagai bagian dari ketahanan nasional, pertahanan siber pada era terkini dan di masa depan harus disikapi dengan sangat serius.
Sebab, ada ancaman atau risiko serangan siber di sepanjang era digitalisasi.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan, sepanjang 2021, ada 1,6 miliar anomali trafik atau serangan siber di berbagai wilayah Indonesia.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyoroti persoalan pertahanan dan keamanan siber Indonesia di era digitalisasi
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak
- Waka MPR: Jadikan Momentum Idulfitri untuk Memperkokoh Nilai-Nilai Persatuan Bangsa