Bamsoet Minta TNI dan Polri Mempersempit Ruang Gerak KKB

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet mengecam teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap prajurit TNI dan Polri serta masyarakat sipil di Papua.
Bamsoet menilai aparat TNI dan Polri perlu mempersempit ruang gerak KKB, dengan memperkuat operasi keamanan khususnya di wilayah yang rawan terjadinya aksi teror.
Mantan ketua Komisi III DPR itu mengatakan hal ini guna meminimalkan aksi penyerangan oleh KKB, di samping juga untuk menciptakan situasi Papua yang aman dan kondusif.
Dia juga mengatakan perlu adanya pengamanan ekstra bagi masyarakat di Papua agar tidak menimbulkan keresahan di wilayah tersebut, termasuk dengan cara melibatkan tokoh adat setempat.
"Aparat TNI dan Polri perlu melakukan strategi yang tepat dan terukur untuk meredam dan menyelesaikan persoalan-persoalan di Papua, khususnya terkait aksi teror yang belum mereda dengan melibatkan tokoh-tokoh atau kepala adat Papua dalam setiap tindakan," ujar Bamsoet dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (29/3).
Mantan ketua DPR RI ini menyakini dengan adanya kerja sama antara TNI dan Polri serta tokoh atau kepala adat di Papua, maka aparat dapat menyusun strategi yang tepat guna meredam aksi teror hingga kekerasan yang terjadi di provinsi itu. (antara/jpnn)
Bamsoet meminta TNI dan Polri mempersempit ruang gerak KKB di Papua, dengan memperkuat operasi keamanan khususnya di wilayah yang rawan terjadi teror.
Redaktur & Reporter : Boy
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- 5 Berita Terpopuler: Permintaan Kepala BKN Sangat Serius, Pengangkatan PPPK Bakal Tuntas 2025, Ini Buktinya
- Kerja Sama TNI-Unud Disorot, Kolonel Agung Bilang Begini
- Papua dan Ujian Prabowo - Gibran
- Muncul Gerakan Kontra UU TNI, Nama Presiden Prabowo Disorot Warganet
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?