Bandung Barat Dapat Alokasi Kegiatan RJIT Seluas 1.000 Hektare

jpnn.com, BANDUNG BARAT - Kabupaten Bandung Barat mendapatkan alokasi kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) seluas 1.000 hektare.
Program Kementerian Pertanian (Kementan) ini guna memperbaiki kerusakan-kerusakan jaringan irigasi tersier.
Satu contoh alokasi kegiatan RJIT terletak di P3A Cimunaka pada lahan 50 ha. Kegiatan tersebut sangat penting guna mengurangi potensi kelongsoran dan kebocoran pada saluran irigasi.
"Terlebih lokasi persawahan pada topografi lahan lereng yang lazim ditemui di Kabupaten Bandung Barat. Sehingga dengan kegiatan RJIT akan memberikan dampak optimal dalam memenuhi kebutuhan air irigasi," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, Selasa (11/6).
Panjang saluran irigasi terbangun mencapai 300 m (saluran satu sisi). Saluran irigasi yang dibuat merupakan hasil memanfaatkan Sumber Air Cipadakati.
Sumber air tersebut dapat dimanfaatkan oleh ratusan hektare lahan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalongwetan, Bandung Barat.
"Dengan irigasi tersebut, produktivitas hasil pertanaman pada P3A Cimunaka dapat mencapai 5,6 ton/ha," ungkap Sarwo Edhy.
Berbicara pertanian tentu tidak terlepas dari aspek ketersediaan prasarana dan sarana pertanian. Salah satu aspek tersebut berkaitan dengan upaya penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Ketersediaan air irigasi sangat berdampak terhadap penentuan pola tata tanam.
Kabupaten Bandung Barat mendapatkan alokasi kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) seluas 1.000 hektare.
- Polda Jateng Pastikan MinyaKita di Kudus Sesuai Standar, Beda dengan Temuan Kementan
- Soal Skandal di Produk MinyaKita, Legislator PDIP Mengkritisi Pengawasan Kemendag
- Kementan Gandeng Densus 88, Dorong Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Sektor Pertanian
- Dukung Kemajuan Sektor Pertanian, Kementan Kaji Ulang SKKNI Bidang Alsintan
- Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan Berantas Mafia Impor Bawang Putih
- Kementan Perkuat Brigade Pangan Kaltara, Gandeng Penyuluh Pendamping dan Babinsa