Bang Ara: Belajarlah dari Jokowi dan Prabowo

jpnn.com - JAKARTA - Politikus muda PDI Perjuangan Maruarar Sirait menyatakan bahwa berpolitik berarti menyangkut keyakinan hati. Karenanya, berpolitik bukan semata untuk mencapai tujuan, tapi juga harus punya landasan ideologi.
Maruarara mengatakan hal itu saat menjadi pembicara pada Sekolah Pemimpin Nasional (SPN) yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Jakarta, Jumat malam (9/12). Hadir pula sebagai pembicara antara lain politikus Golkar M Misbakhun dan serta M Qodari selaku ketua panitia SPN ICMI.
“Seorang politisi itu harus punya landasan ideologi, punya prinsip yang dipegang teguh, serta harus berkarakter dan konsisten," ujar Maruarar dalam diskusi bertema Menjadi Anggota Legistaltif yang Handal dan Berkualitas itu.
Anggota Komisi XI DPR itu menegaskan, politikus juga harus memiliki kekuatan di akar rumput dan mau mendengarkan aspirasi rakyat, lalu memperjuangkannya dalam kerangka konstitusi. Karenanya Ara -panggilan akrab untuk Maruarar- menegaskan, berpolitik bukanlah hal mudah terutama untuk bersikap konsisten.
Lebih lanjut Ara mengatakan, ada dua tipe politikus. Yang pertama adalah juru bicara partai. Tugasnya menyampaikan keputusan partai kepada publik.
Sedangkan yang kedua kedua adalah politikus yang mewarnai dan memengaruhi keputusan partai. Sering kali, katanya, politikus punya sikap atau pandangan yang berbeda dengan keputusan partai.
“Tentu hal ini tak mudah bagi seorang politisi, sehingga butuh solusi tepat mengatasi persoalan ini,” tegasnya.
Berdasar pengalaman Ara selama berpolitik, pelajaran penting yang dipetik adalah berjuang demi kebenaran dan keadilan meski itu bukan hal mudah. Selain itu, politikus harus menjauhi dendam.
JAKARTA - Politikus muda PDI Perjuangan Maruarar Sirait menyatakan bahwa berpolitik berarti menyangkut keyakinan hati. Karenanya, berpolitik bukan
- Dua Petani di Sukabumi Tersambar Petir, Begini Kondisinya
- Lokataru Sebut Putusan MK Menunjukkan Mendes Yandri Lakukan Intervensi Politik
- Dukung Larangan SOTR di Jakarta Utara, Sahroni: 90 Persen Berakhir Tawuran
- ASN PPPK Silakan Cek Leger Gaji, Alhamdulillah Gratis
- Kades Kohod Disebut Bersedia Bayar Denda Pagar Laut Rp 48 Miliar
- Hengky Pribadi Mangkir di Sidang Korupsi Retrofit PLTU Bukit Asam